Showing posts with label Berita.. Show all posts
Showing posts with label Berita.. Show all posts

CYRUS THE GREAT : Kores yang agung





Koresh yang Agung
Koresh Agung (atau Koresy Agung; bahasa Inggris: Cyrus the Great) adalah pendiri Kekaisaran Persia. Ia memulai kariernya selaku pejabat rendahan di bagian barat daya Iran, dia mendapat banyak kemenangan lewat pertempuran dan menguasai tiga kerajaan besar yaitu; Media, Lydia dan Babilonia. Ia juga menyatukan hampir seluruh daerah Timur Tengah lama menjadi satu negara yang membentang mulai India hingga Laut Tengah. Raja ini disebut namanya dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen karena titahnya untuk mengembalikan orang-orang buangan, termasuk bangsa Yahudi, kembali ke tanah air masing-masing, serta mengizinkan orang-orang Yahudi membangun kembali Bait Suci di Yerusalem (Yesaya 45:13; 2 Tawarikh 36:22-23; Ezra 1:1-8). Titah itu ditulis antara lain dalam Silinder Koresh, yang ditulis tahun 539 SM dan saat ini disimpan di British Museum, London.

Baca juga:

1.Alexander agung terhebat sepanjang zaman.
2.Genghis khan panglima perang tanpa tanding.
3.Kaisar Napoleon bonaparte.

Awal kelahiran Cyrus.

Dalam buku Sejarah Cyrus Agung karya Jacob Abbot, diceritakan raja Median takut kepada keturunan putrinya. Bayi itu diberikan kepada pengikut setia, Harpagos, untuk dibunuh. Harpagos tidak tega melakukan perbuatan itu, sehingga ia memberikan bayi tersebut kepada seorang gembala (Mitridates). Dalam The Heritage of Persia, karya Richard N. Frye mengatakan terdapat kesamaan legenda kelahiran Cyrus the Great dengan Romulus dan Remus yang disusui oleh kerabat dekat anjing, yaitu serigala. Ketika Cyrus berusia 10 tahun, Harpagos dihukum oleh raja dengan hukuman yang keji, yang mana anak Harpagos dijadikan sajian hidangan utama di pesta Astyages. Cyrus kemudian kembali ke keluarganya Persia di mana ia dididik selama dua tahun sebelum kembali ke kerajaan Median.

Arti namanya sedang diperdebatkan, karena tidak diketahui apakah itu nama pribadi atau nama tahta yang diberikan kepadanya ketika ia menjadi penguasa. Patut dicatat bahwa setelah Kekaisaran Achaemenia nama itu tidak muncul lagi dalam sumber-sumber yang berkaitan dengan Iran, yang mungkin menunjukkan beberapa pengertian khusus dari nama tersebut.

Kebangkitan Persia di bawah Cyrus II
Dinasti yang berkuasa dari Persia yang telah menetap di FAR di Iran barat daya (mungkin Parsumash ...
Namun, sebagian besar sarjana setuju bahwa Cyrus the Great setidaknya merupakan yang kedua dari nama yang memerintah di Persia. Satu teks runcing dalam bahasa Akkadia — bahasa Mesopotamia (kini Irak) pada era pra-Kristen — menegaskan bahwa ia adalah
putra Cambyses, hebat raja , rajaAnshan , cucu dari Cyrus, raja besar, raja Anshan, keturunan dariTeispes , raja besar, raja Anshan, dari keluarga [yang] selalu [melaksanakan] kerajaan.
Bagaimanapun, jelas bahwa Cyrus berasal dari barisan panjang pemimpin yang berkuasa.

Sumber terpenting untuk hidupnya adalah sejarawan Yunani Herodotus .Biografi yang diidealkan oleh Xenophon adalah sebuah karya untuk membangun Orang Yunani berkepentingan dengan penguasa yang ideal, daripada sebuah risalah sejarah. Namun demikian, hal ini menunjukkan penghargaan yang tinggi di mana Cyrus diadakan, bukan hanya oleh rakyatnya sendiri, Persia, tetapi oleh orang Yunani dan yang lainnya. Herodotus mengatakan bahwa orang Persia menyebut Cyrus sebagai ayah mereka, sementara para penguasa Achaemenian belakangan tidak begitu dihormati. Kisah masa kecil Cyrus, seperti yang diceritakan oleh Herodotus dengan gema di Xenophon, dapat disebut Cyrus Legenda karena jelas mengikuti pola kepercayaan rakyat tentang kualitas hampir manusia super dari pendiri dinasti . Keyakinan serupa juga ada tentang pendiri dinasti - dinasti selanjutnya sepanjang sejarah Iran.

Menurut legenda , Astyages, raja dari Media dan maharaja Persia, memberikan putrinya dalam pernikahan dengan bawahannya di Persis, pangeran yang disebut Cambyses . Dari pernikahan ini Cyrus dilahirkan. Astyage , setelah bermimpi bahwa bayinya akan tumbuh untuk menggulingkannya, lalu memerintahkan agar Cyrus dibunuh.Namun penasihat utamanya, malah memberikan bayinya kepada seorang gembala untuk dibesarkan.
Ketika berusia 10 tahun, Cyrus, karena kualitasnya yang luar biasa, ditemukan oleh Astyages, yang, terlepas dari mimpi itu, dibujuk untuk mengizinkan bocah itu hidup.

1.Kudeta Kerajaan Media oleh Koresh.

Meskipun ayahnya, Cambyses I, mati tahun 551 SM, Koresh sudah memerintah sejak tahun 559 SM sebagai raja muda. Bersama panglima kerajaan Media yang membelot, Harpagus, Koresh memberontak terhadap raja Astyages mulai musim panas tahun 553 SM, dengan peperangan pertama pada awal tahun 552 SM. Harpagus dan Koresh merebut ibukota Media, Ekbatana, tahun 549 SM, dan menjadi raja atas seluruh tanah Media dan Persia. Raja Asyages diberi ampun dan dijadikan gubernur salah satu provinsi. Pada tahun 546 SM, Koresh resmi memakai gelar "Raja Persia". Pamannya, Arsames, yang menjadi raja kota Persepolis (Parsa) di bawah kerajaan Media, tampaknya dengan damai menyerahkan kekuasaannya kepada Koresh dan menjabat sebagai gubernur Parsa di bawah kekuasaan Koresh. Putra Arsames, Hystaspes (ayah dari Darius I), yang juga sepupu Koresh, dijadikan wakil raja (satrap) dari Parthia dan Phrygia. Jadi Koresh menyatukan kerajaan kembar Akhemeniyah yaitu Parsa dan Anshan menjadi Kekaisaran Persia. Arsames masih hidup saat cucunya Darius I menjadi raja Persia, setelah matinya kedua anak Koresh.
Penyerangan ke Kerajaan Lydia.
Saudara ipar Astyages, raja Kroesus dari Lydia, pertama-tama menyerang kota Pteria (sekarang di Turki), rupanya sebagai balas dendam atas kekalahan Astyages. Koresh membawa tentara untuk menyerang Pteria tahun 546 SM. Kroesus mundur ke Sardis, ibukotanya pada keesokan harinya. Koresh kemudian mengepung kota Sardis. Harpagus menasehatkan Koresh untuk menempatkan onta-ontanya di depan tentaranya. Kuda-kuda Lydia tidak terbiasa dengan bau onta, dan tentu akan menjadi takut, sehingga dengan begitu Koresh dapat mengalahkan tentara Lydia dengan mudah.
Koresh menangkap Kroesus dan menguasai kota Sardis. Menurut penulis sejarah Yunani, Herodotus, Koresh mengampuni Kroesus dan menjadikannya penasehat, namun menurut Tawarikh Nabonidus, raja Lydia dibunuh oleh Koresh.

2.Penyerangan ke Kerajaan Babilonia.

Diproyeksikan ke batas modern, kerajaan Achaemenid di bawah Koresh membentang dari Turki, Israel, Georgia dan Arabia di barat sampai ke Kazakhstan, Kyrgyzstan, Sungai Indus (Pakistan) dan Oman di timur. Persia menjadi kerajaan terbesar di dunia.
Tahun 540 SM, Koresh merebut Elam (Susiana) dan ibukotanya, Susan.
 Tawarikh Nabonidus mencatat bahwa sebelum perang itu, Nabonidus memindahkan patung-patung dewa ke dalam ibukota Babilon, sehingga diperkirakan perang dimulai pada musim dingin 540 SM. Harran Stelae H2 - A, dan Tawarikh Nabonidus (tahun ke-17) menunjukkan Nabonidus merayakan tahun baru Akitu pada tanggal 1 Nissanu (4 April 539 SM) di Babilon. Di awal Oktober 539 SM, Koresh mengalahkan tentara Babel dalam Perang Opis, dengan sungai Tigris, di utara Babilon. Tanggal 10 Oktober, kota Sippar jatuh tanpa perlawanan berarti. Tanggal 15 Oktober, Gubaru, panglima Koresh, memasuki ibukota Babilon, tanpa perlawanan berarti dari tentara Babel.Herodotus menjelaskan bahwa tentara Persia menggunakan danau yang dibuat oleh ratu Babel, Nitokris, tadinya untuk melindungi Babilon dari serangan kerajaan Media, untuk membelokkan aliran sungai Efrat ke dalam kanal sehingga tinggi air tinggal selutut. Ini memudahkan tentara Persia untuk masuk kota melalui sungai pada waktu malam. Hal ini tidak berbeda dengan catatan dalam Kitab Daniel, bahwa raja Belsyazar dibunuh oleh tentara Persia pada waktu malam tanpa peperangan besar (Daniel 5:28). Pada tanggal 29 Oktober, Koresh masuk kota Babilon.


3.AKHIR HAYAT.

Tulisan kuneiform dari Babilon memberi bukti bahwa Koresh mati sekitar Desember 530 SM, yaitu dari tulisan terakhir mengenai pemerintahannya, (lempengan dari Borsippa tertanggal 12 Agustus 530 SM) dan referensi pertama mengenai pemerintahan putranya, Cambyses II (lempengan dari Babilon tertanggal 31 Agustus 530 SM) yang menggantikannya sebagai raja.
Makam
Makam Koresh di Pasargadae, Iran, sebuah tempat pelestarian dunia (World Heritage Site) oleh UNESCO(2006).
Makamnya terletak di ibukota Pasargadae (dibangun sekitar 530 SM) yang masih ada sampai sekarang. Penulis sejarah, Strabo dan Arrian mencatat gambaran yang hampir sama tentang makam ini berdasarkan laporan Aristobulus dari Cassandreia, yang atas perintah Iskandar Agung (Alexander the Great) mengunjungi makam ini 2 kali. Menurut Plutarch, batu nisannya bertuliskan,
“O insan, siapapun engkau dan darimanapun engkau datang, karena aku tahu engkau akan datang, akulah Koresh yang memenangkan kerajaan untuk orang-orang Persia. Karenanya janganlah berkeberatan terhadapku akan sedikit tanah ini untuk menutupi tulang-tulangku".

4.Daerah kekuasaan pada puncak kejayaannya.

Kerajaan Media (wilayah Iran sekarang ini) dan provinsi Persis di barat daya Iran

Kerajaan Babilonia di Mesopotamia (wilayah Irak sekarang ini)

Suriah dan Palestina

Mesir

beberapa daerah di timur laut dari kerajaan Media (Asia Tengah), didapatnya dari menaklukkan Massage Tae, suku nomad yang hidup di Asia Tengah sebelah timur laut Kaspia

Kerajaan Lidia di Asia Kecil (wilayah Turki sekarang ini)

sebagian negara Pakistan dan Afganistan sekarang ini

Sedikit daerah India.


Baca juga:

1.Alexander agung terhebat sepanjang zaman.
2.Genghis khan panglima perang tanpa tanding.
3.Kaisar Napoleon bonaparte.

ALEXANDER AGUNG: Terhebat sepanjang sejarah manusia





Bicara mengenai sejarah penaklukkan dengan berperang, maka nama Alexander The Great atau  Aleksander Agung adalah yang paling terkenal di antara lainnya. Ya, kiprahnya di dunia peperangan sangat fenomenal bahkan hampir tidak ada seorang pun yang bisa menyamai prestasinya hingga hari ini.

Baca juga:



Sejarah dan kronologi.


Lebih dikenal sebagai Aleksander Agung.

(bahasa Yunani: Μέγας Ἀλέξανδρος, Mégas Aléxandros) atau Iskandar Agung, adalah raja Kekaisaran Makedonia.

(bahasa Yunani: 'Βασιλεύς Μακεδόνων'), sebuah negara di daerah timur laut Yunani. Pada usia tiga puluh tahun, dia memimpin sebuah kekaisaran terbesar pada masa sejarah kuno, membentang mulai dari Laut Ionia sampai pegunungan Himalaya. Dia tidak pernah terkalahkan dalam pertempuran dan dianggap sebagai komandan perang terhebat sepanjang masa.

Aleksander lahir di Pella pada 356 SM dan merupakan murid seorang filsuf terkenal, Aristoteles. Pada tahun 336 SM Aleksander menggantikan ayahnya, Filipus II dari Makedonia,  sebagai pemimpin Makedonia setelah ayahnya dibunuh oleh pembunuh gelap. Filipus sendiri telah menaklukkan sebagian besar negara-kota di daratan utama Yunani ke dalam hegemoni Makedonia, melalui militer dan diplomasi.

Setelah pembunuhan Philipus pada 336 SM, ia menggantikan ayahnya menjadi raja dan mewarisi kerajaan yang kuat dan tentara yang berpengalaman. Alexander dianugerahi jenderal dari Yunani dan menggunakan otoritas ini untuk meluncurkan proyek pan-Hellenic ayahnya untuk memimpin orang-orang Yunani dalam penaklukan Persia . 


Pada 334 SM, ia menyerbu Kekaisaran Achaemenid (Kekaisaran Persia) dan memulai serangkaian kampanye yang berlangsung selama sepuluh tahun. Setelah penaklukan Anatolia , Alexander mematahkan kekuatan Persia dalam serangkaian pertempuran yang menentukan, terutama pertempuran Issusdan Gaugamela . Dia kemudian menggulingkan Raja Persia Darius III dan menaklukkan Kekaisaran Achaemenid secara keseluruhan.  Pada saat itu, kerajaannya membentang dari Laut Adriatik ke Sungai Indus .
Dia berusaha untuk mencapai "ujung dunia dan Laut Luar yang Luar Biasa" dan menginvasi India pada 326 SM, memenangkan kemenangan penting atas Pauravas di Battle of the Hydaspes . Dia akhirnya kembali pada permintaan pasukan rindu rumahnya. Alexander meninggal di Babilonia pada 323 SM, kota yang ia rencanakan untuk dirikan sebagai ibukotanya, tanpa melaksanakan serangkaian kampanye terencana yang akan dimulai dengan invasi Arab . Pada tahun-tahun setelah kematiannya, serangkaian perang saudara merobek kerajaannya secara terpisah, menghasilkan pembentukan beberapa negara yang diperintah oleh Diadochi , jenderal dan pewaris Alexander yang masih hidup.
Warisan Alexander termasuk difusi budayadan sinkretisme yang ditaklukkannya, seperti Greco-Buddhisme . Ia mendirikan kira-kira dua puluh kota yang memiliki namanya , terutama Alexandria di Mesir. Pemukiman kaum kolonis Yunani dan penyebaran penyebaran budaya Yunani di timur menghasilkan peradaban Hellenistik baru, aspek-aspek yang masih jelas dalam tradisi Kekaisaran Bizantium pada pertengahan abad ke-15 dan kehadiran para pembicara Yunani di pusat dan jauh Anatolia timur sampai tahun 1920-an. Alexander menjadi legendaris sebagai pahlawan klasik dalam cetakan Achilles , dan ia menonjol dalam sejarah dan tradisi dari kedua budaya Yunani dan non-Yunani. Ia menjadi ukuran yang digunakan para pemimpin militer untuk membandingkan diri mereka, dan akademi militer di seluruh dunia masih mengajarkan taktiknya.  Dia sering menduduki peringkat di antara orang-orang paling berpengaruh dalam sejarah. 
PENINGGALAN.
Warisan paling langsung Alexander adalah pengenalan pemerintahan Makedonia ke daerah-daerah baru di Asia. Pada saat kematiannya, kekaisaran Alexander mencakup sekitar 5.200.000 km 2 (2.000.000 sq mi), dan merupakan negara terbesar pada masanya. Banyak dari wilayah-wilayah ini tetap berada di tangan Makedonia atau di bawah pengaruh Yunani selama 200–300 tahun berikutnya. Negara- negara penerus yang muncul adalah, paling tidak pada awalnya, kekuatan dominan, dan 300 tahun ini sering disebut sebagai periode Helenis . 
Perbatasan timur kekaisaran Alexander mulai runtuh bahkan selama masa hidupnya. Namun, kekosongan kekuasaan yang ditinggalkannya di barat laut anak benua India secara langsung memunculkan salah satu dinasti India paling kuat dalam sejarah, Kekaisaran Maurya . Mengambil keuntungan dari kekosongan kekuasaan ini, Chandragupta Maurya (disebut dalam sumber-sumber Yunani sebagai "Sandrokottos"), asal-usul yang relatif sederhana, mengambil alih kekuasaan Punjab , dan dengan basis kekuasaan itu terus menaklukkan Kekaisaran Nanda .
Pendirian kota
Informasi lebih lanjut: Daftar kota-kota yang didirikan oleh Alexander Agung
Selama penaklukannya, Alexander mendirikan kira-kira dua puluh kota yang namanya tertulis, sebagian besar di timur Tigris . Yang pertama, dan terbesar, adalah Alexandria di Mesir, yang akan menjadi salah satu kota Mediterania terkemuka. Lokasi kota-kota mencerminkan rute perdagangan serta posisi defensif. Pada awalnya, kota-kota pasti tidak ramah, hanya sedikit lebih dari garnisun bertahan. Setelah kematian Alexander, banyak orang Yunani yang menetap di sana mencoba kembali ke Yunani.  Namun, seabad atau lebih setelah kematian Aleksander, banyak Alexandrias berkembang, dengan bangunan umum yang rumit dan populasi besar yang mencakup orang-orang Yunani dan lokal.

Baca juga:

GENGHIS KHAN: Panglima perang tanpa tanding





Jenghis Khan 

(bahasa Mongolia: Чингис Хаан),

juga dieja Genghis Khan, Jinghis Khan, Chinghiz Khan, Chinggis Khan, Changaiz Khan, dll, nama asalnya Temüjin, juga dieja Temuchin atau TiemuZhen.

 (lahir di Pegunungan Khentii,
sekitar tahun 1162  dan meninggal pada 18 Agustus 1227) Beliau adalah khan Mongol dan ketua militer yang menyatukan bangsa Mongolia yang kemudian mendirikan Kekaisaran Mongolia dengan menaklukkan sebagian besar wilayah di Asia, termasuk utara Tiongkok (Dinasti Jin), Xia Barat, Asia Tengah, Persia, dan Mongolia. Penggantinya kelak meluaskan penguasaan Mongolia menjadi kekaisaran terluas dalam sejarah manusia. Dia merupakan kakek Kubilai Khan, pemerintah Tiongkok bagi Dinasti Yuan di China.
Genghis Khan, namanya telah dikenal di seluruh dunia. Dengan pasukan Mongolnya, dia berhasil menaklukkan separuh dunia.
Luas kerajaannya terbentang di mana-mana, di antara Laut Kaspia dan Samudera Pasifik dan meliputi 23 juta kilometer persegi.
Pasukannya tentu saja ganas mereka menghancurkan seluruh kota untuk menaklukkannya.
Meskipun namanya sekarang identik dengan kebengisan, Genghis Khan adalah seorang pemimpin dengan beberapa kualitas yang mengejutkan.

Saat Berumur 9 tahun, Temujin dikirimkan keluar dari sukunya karena ia akan jodohkan kepada Borte, putri dari suku Onggirat. Ayah Temujin, Yesugei meninggal karena diracuni suku Tartar tepat pada saat ia pulang setelah mengantar Temujin ke suku Onggirat.
Temujin pun dipanggil pulang untuk menemui ayahnya. Yesugei memberi pesan kepada Temujin untuk membalaskan dendamnya dan menghancurkan suku Tartar pada masa depan. Kehidupan Temujin bertambah parah setelah hak kekuasaannya sebagai penerus kepala suku direbut oleh orang lain dengan alasan umur Temujin yang masih terlalu muda. Temujin dan keluarganya diusir dari sukunya karena ia ditakuti akan merebut kembali hak kekuasaannya atas suku Borjigin. Hidup Temujin dan keluarganya sangat menderita. Dengan perbekalan makanan yang sangat terbatas, Ia dan adik-adiknya hidup dengan cara berburu. Pada saat ia menginjak remaja, kepala suku Borjigin mengirimkan pasukan untuk membunuh Temujin.
Temujin berhasil tertangkap dan ditawan oleh musuhnya, namun ia berhasil kabur dari tahanan dan dengan pertolongan dari orang-orang yang masih setia kepada Yesugei. Pada saat menginjak dewasa, Temujin berjuang dan mengumpulkan kekuatannya sendiri.

1. Sosok Sederhana.

Genghis Khan adalah seorang pribadi yang sederhana,buktinya
Dia tidak membangun monumen untuk pencapaiannya.
Orang-orang lain di posisinya mungkin telah membangun tugu peringatan yang rumit seperti yang dilakukan firaun di Mesir.
Namun Genghis, memutuskan bahwa ia harus dimakamkan di tempat rahasia di kuburan tak bertanda.

2.Sahabat.

Temujin mempunyai teman baik yang juga merupakan saudara angkatnya, yang bernama Jamukha. Ia pernah berkali-kali ditolong oleh Jamukha, yang merupakan keturunan dari suku Jadaran. Bersama-sama dengan saudara angkatnya, Temujin berhasil merebut kembali hak kekuasaannya atas sukunya dan juga perserikatan Mongolia yang didirikan ayahnya dahulu. Waktu demi waktu, wilayah Temujin menjadi semakin besar, yang dilakukan dengan cara menghancurkan musuh-musuhnya dan menggabungkan suku-suku dalam perserikatan Mongolia. Musuh terbesar Temujin dalam sejarah ternyata adalah saudara angkatnya sendiri, Jamukha, yang sering mengadu-domba Temujin dengan suku-suku lainnya, termasuk ayah angkat Temujin sendiri yang bernama Wang Khan. Setelah Temujin berhasil menyisihkan musuh-musuhnya dan melaksanakan perintah almarhum ayahnya, Yesugei, ia kemudian juga berhasil membalaskan kematian nenek-moyangnya, yang dibunuh oleh kerajaan Jin. Temujin kemudian diangkat menjadi Khan dengan gelar Jenghis Khan; yang artinya "Khan dari Segala-galanya".

3. Melembagakan sistem menulis.

Pada 1204, Genghis Khan melembagakan sistem penulisan di Mongolia yang dikenal sebagai Uighur Script.
Genghis menunjukkan kejelian besar dalam hal ini dan menunjukkan salah satu kekuatan terbesarnya.
Genghis Khan sangat mementingkan kemampuan membaca dan menulis.
Dia menginstruksikan agar semua anak dari Kekaisaran Mongol diajarkan untuk membaca dan bahwa semua hukum kekaisaran dituliskan.

4. Mendukung hak-hak perempuan.

Untuk periode ini, Genghis Khan adalah seorang pejuang hak-hak perempuan.
Wanita Mongolia tentu jauh lebih bebas daripada tetangga mereka di Cina atau Persia.
Mereka mampu menunggang kuda, bertempur dalam pertempuran, bertani, dan berpartisipasi dalam politik hari itu.
Meskipun akan cukup sulit untuk menyebut Khan sebagai seorang pendukung feminis, dapat dipastikan bahwa perempuan menikmati lebih banyak hak dan keamanan yang lebih besar di bawah Kekaisaran Mongol.

5. Kebebasan beragama

Dia mempromosikan toleransi terhadap semua agama di dalam kekaisarannya.
Dia mengecoh para pemimpin agama dari semua denominasi dari membayar pajak dan mendorong warga untuk mempraktekkan agama pilihan mereka dengan bebas.
Kerajaannya begitu luas sehingga terdiri dari pengikut sejumlah besar agama, termasuk Muslim, Budha , Hindu, Yahudi, dan Kristen.
Mereka semua diizinkan untuk mempraktekkan agama mereka tanpa campur tangan dari kekaisaran Mongol.

6. Pecinta dan petarung

Meskipun Genghis Khan terkenal karena kekuatan militernya yang tak diragukan lagi.
Temuan baru-baru ini oleh para peneliti DNA menunjukkan bahwa Genghis adalah seorang pencinta.
Genghis Khan dikenal memiliki banyak istri dan telah "merayu" banyak wanita lagi.
Salah satu cucunya memiliki 22 istri sah dan menambahkan 30 perawan per tahun menjadi haremnya.
Meskipun Kekaisaran Mongol secara fisik telah lama hilang, tampaknya Genghis Khan masih meninggalkan citra yang kuat untuk diingat.

7.Memerangi kerajaan Jin.

Nenek-moyang kerajaan Jin berasal dari suku Jurchen. Suku Jurchen berhasil menguasai wilayah utara Cina selama lebih dari 100 tahun. Hal ini akan menjadi kesulitan besar untuk Jenghis Khan dalam menunaikan tugasnya. Kerajaan Jin memiliki jumlah pasukan yang hampir mendekati jutaan jiwa (lebih dari 10 kali lipat dari pasukan Jenghis Khan pada waktu itu). Mereka hidup aman dibalik tembok kerajaan yang besar dan susah untuk diserang. Jenghis Khan berhasil meruntuhkan semangat perang dan kekuataan kerajaan Jin dalam berbagai peperangan. Salah satunya adalah perang di Tebing Serigala Liar, dimana Jenghis Khan yang hanya memiliki pasukan tidak lebih dari 100.000 tentara berhasil membabat pasukan musuh yang besarnya lebih dari setengah juta jiwa. Kejayaan Jenghis Khan terbukti dari keberhasilannya dalam merebut ibukota kerajaan Jin, Dadu, yang sekarang ini menjadi Beijing. Para seniman (artis), ahli senjata (terutama ahli senjata berat/siege weapon), dan barang berharga, semuanya dibawa kembali ke Mongolia sebagai budak dan rampasan perang.

8.Invasi ke Timur Tengah.

Sejarah mencatat invasi yang dipimpin oleh Jenghis Khan sendiri dengan ratusan ribu tentara terpilih  Kekaisaran Khwarezmia,
yang pada waktu itu menguasai seluruh wilayah Iran diawali dengan pedagang Mongolia yang dibunuh dan harta mereka dirampas oleh panglima Khawarizmi yang serakah. Keserakahan itu membawa bencana bagi bangsanya. Jenghis Khan berhasil menawan dan menghukum mati panglima tersebut dengan cara menuangkan logam panas ke matanya. Kerajaan Khwarezmia, menderita kerugian yang tidak terhitung. Amarah Jenghis Khan bertambah setelah cucu kesayangannya terbunuh. Populasi rakyat Timur Tengah berkurang hingga 10%, dan wilayah Mongolia pun bertambah luas sampai kebagian barat benua Asia.

Sejarah pernah mencatat bahwa pada saat Jenghis Khan mundur kembali ke Mongolia, ia sempat memerintahkan dua jendral terbaiknya, Jebe dan Subotai Baatur untuk menyelidiki daerah barat dan membasmi sisa musuh sampai ke wilayah Russia. Jebe dan Subotai pernah menginjak daratan Eropa pada saat itu, dan mengalami konfrontasi dan menghancurkan pasukan Tentara Salib yang hendak menyerang wilayah Arab. Sumber konfrontasi itu diperkirakan terjadi karena pasukan tentara Salib dari Eropa mengira pasukan Mongol adalah pasukan Arab.

Wilayah Timur Tengah kemudian dibagi-bagi dan dikuasai oleh putra-putra Jenghis Khan.

9.Akhir hidup Jenghis Khan.

Jenghis Khan yang sudah berumur tua dipaksa untuk memimpin pasukan untuk
menghancurkan

   Kekhalifahan Abbasiyah 

untuk kesekian kalinya, namun ketidak-cakapan para pasukan dan seringnya melakukan mabuk-mabukan memperlemah pasukan militernya. Ia meninggal dalam perjalanan karena terjatuh dari kuda dan dirahasiakan oleh panglima-panglima setianya sampai musuh berhasil ditaklukan. Kuburan Jenghis Khan dirahasiakan agar tidak dirusak oleh orang lain. Kekuasaan Mongol diwariskan kepada putra ketiganya, Ögedei Khan. Alasan Jenghis Khan menunjuk putra ketiganya untuk meneruskan tahta warisnya, disebabkan oleh keahlian yang dimiliki Ogadai Khan dalam bernegoisasi, memimpin negara dan sifatnya yang tidak sombong
(tidak seperti kedua kakaknya yang sering bertempur satu sama lain).

Baca juga:

KAISAR NAPOLEON BONAPARTE



Kaisar Napoleon Bonaparte (Napoléon Bonaparte; bahasa Perancis: [napɔleɔ̃ bɔnapaʁt], bahasa Italia: [napoleoŋe bɔŋaparte], nama lahir "Napoleone di Buonaparte" (bahasa Italia: [napoleoŋe dj buɔŋaparte]);
Lahir 15 Agustus 1769 – meninggal 5 Mei 1821) adalah seorang pemimpin militer dan politik Prancis yang menjadi terkenal saat Perang Revolusioner. Sebagai Napoleon I, dia adalah Kaisar Prancis dari tahun 1804 sampai tahun 1814, dan kembali pada tahun 1815.

Sebelum mengangkat dirinya sendiri sebagai kaisar Prancis, Napoleon sudah lebih dulu dikenal dunia barat sebagai seorang pemimpin militer yang andal. Namanya ditakuti di banyak negara.
Negarawan kelahiran Corsica, 15 Agustus 1769 ini menanjak karirnya selama Revolusi Prancis. Berkat penyerangan-penyerangan yang dia pimpin selama Perang Revolusioner Prancis dan Perang Napoleon, Prancis sukses mendominasi Eropa selama satu dekade dan menghabisi musuh-musuh dalam selimut yang bisa membahayakan koalisi.
Napoleon dianggap sebagai salah satu panglima terbesar dalam sejarah di mana riwayat penaklukan dan strategi perangnya dipelajari di sekolah-sekolah di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Napoleon diingat sebagai seorang pria bertubuh kecil dengan ambisi besar. Karisma membuat orang-orang yang pernah bertatap muka dengannya heran, karena fisiknya sama sekali tak sesuai dengan reputasinya yang menakutkan.
Napoleon memiliki pengaruh yang besar terhadap persoalan-persoalan Eropa selama lebih dari satu dasawarsa ketika memimpin Prancis melawan koalisi dalam Perang-Perang Napoleonis. Ia memenangkan kebanyakan dari perang-perang ini dan hampir semua pertempuran-pertempurannya, dengan cepat memperoleh kendali Eropa kontinental sebelum kekalahan terakhirnya pada tahun 1815. Karena merupakan salah seorang panglima terhebat dalam sejarah, kampanye-kampanyenya dipelajari di sekolah-sekolah militer di seluruh dunia dan ia tetap salah satu tokoh politik yang paling terkenal dan memicu perdebatan dalam sejarah Barat.

 Dalam persoalan-persoalan sipil, Napoleon mempunyai sebuah pengaruh yang besar dan lama dengan membawa pembaruan liberal ke negara-negara yang ia taklukkan, terutama ke Negara-Negara Rendah, Swiss, Italia, dan sebagian besar Jerman. Ia melaksanakan kebijakan-kebijakan liberal pokok di Prancis dan di seluruh Eropa Barat. Prestasi hukumnya yang kekal adalah Kitab Undang-undang Napoleon, yang telah digunakan dalam berbagai bentuk oleh seperempat sistem hukum dunia, dari Jepang sampai Quebec.

Karier militer.

Ia menjadi siswa di Akademi Militer Brienne tahun 1779 pada usia 10 tahun, kecerdasannya membuat Napoleon lulus akademi di usia 15 tahun. Karier militernya menanjak pesat setelah dia berhasil menumpas kerusuhan yang dimotori kaum pendukung royalis dengan cara yang sangat mengejutkan: menembakkan meriam di kota Paris dari atas menara. Peristiwa itu terjadi tahun 1795 saat Napoleon berusia 26 tahun. Berbagai perang yang dimenangkannya diantaranya melawan Austria dan Prusia.

Masa kejayaan.

Pada masa kejayaannya, Napoleon Bonaparte menguasai hampir seluruh dataran Eropa baik dengan diplomasi maupun peperangan. Diantaranya adalah Belanda dengan diangkatnya adiknya Louis Napoleon,Spanyol dengan diangkatnya Joseph Napoleon, Swedia dengan diangkatnya Jenderal Bernadotte sebagai raja yang kemudian melakukan pengkhianatan, sebagian besar wilayah Italia yang direbut dari Austria dan Polandia dengan diangkatnya Joseph Poniatowski sebagai wali negara Polandia.

Baca juga:


Pernikahan

Napoleon menikahi seorang janda bernama Joséphine de Beauharnais, kehidupan perkawinan Napoleon penuh dengan ketidakpercayaan dan perselingkuhan diantaranya perselingkuhan Napoleon dengan gadis Polandia Maria Walewska sampai akhirnya Joséphine menjadi istri yang setia. Karena usianya yang lebih tua, Joséphine tidak memberikan keturunan pada Napoleon yang kemudian diceraikannya. Kemudian menikah lagi dengan Putri Kaisar Austria Marie Louise putri dari Kaisar Francois I yang mengikat persekutuan Austria dan Perancis yang dilakukan Kaisar Austria atas nasihat perdana menteri Matternich untuk menyelamatkan negaranya. Pernikahan itu berakhir dengan kekalahan Napoleon yang pertama dengan jatuhnya kota Paris akibat diserang Rusia, Austria dan Prusia serta dibuangnya Napoleon ke pulau Elba. Marie Louise sendiri dibawa pulang oleh ayahnya ke Wina.


Peperangan.

Dalam organisasi militer, Napoleon mengenalkan istilah korps, yang terdiri atas kumpulan divisi. Pembentukan korps ini juga didukung oleh besarnya pendaftaran tentara yang mengakibatkan jumlah tentara menjadi membengkak, sehingga diperlukan suatu kesatuan tentara yang lebih besar dari divisi.

Napoleon juga dikenal dengan penggunaan artileri secara besar-besaran untuk menghancurkan tentara musuh, ketimbang menggunakan tentara infantri secara langsung. Dalam pemilihan artileri, Napoleon memilih artileri yang memiliki mobilitas tinggi agar bisa mendukung taktik manuver yang sering digunakannya dalam pertempuran. Salah satu artileri yang sering digunakan adalah meriam Sistem Tahun XI yang sebenarnya lebih merupakan inovasi dari meriam Sistem Gribeauval.


Kritik.

Tidak semua peperangan berhasil dimenangkan oleh Napoleon. Kegagalan dalam menginvasi daratan Mesir yang akibatnya berhadapan dengan kekuatan Inggris, Mamluk dan Utsmani. Meski di daratan gurun, Napoleon sukses mengalahkan tentara gabungan Utsmani dan Mamluk 
dalam Pertempuran Piramida, tetapi beberapa hari kemudian armada Perancis dikalahkan oleh armada Inggris di bawah pimpinan Laksamana Horatio Nelson di Teluk Aboukir. Armada Horatio Nelson untuk kedua kalinya berhasil mengalahkan armada Perancis. Kali ini pada pertempuran laut di Trafalgar antara armada Perancis-Spanyol yang dipimpin oleh Admiral Villeneuve dengan armada Britania Raya yang dipimpin oleh Laksamana Nelson meskipun Nelson gugur dalam pertempuran ini (terkena tembakan sniper Perancis).

Kegagalan dalam menginvasi Rusia karena ketangguhan dan kecerdikan strategi Jenderal Mikhail Kutuzov dan Tsar Aleksandr I dalam menghadapi pasukan Perancis dengan memanfaatkan musim dingin Rusia yang dikenal mematikan serta pengkhianatan Raja Swedia, Jendral Bernadotte. Strategi Rusia dalam hal ini adalah membakar kota Moskwa ketika Napoleon berhasil menaklukkan kota itu setelah melewati pertempuran melelahkan di Borodino dan mengharapkan sumber logistik baru. Kekalahan di Rusia diulangi lagi oleh Adolf Hitler dari Jerman pada Perang Dunia II.


Kekalahan yang mengakhiri kariernya sebagai Kaisar Perancis setelah melarikan diri dari Pulau Elba dan memerintah kembali di Perancis selama 100 hari adalah kekalahan di Waterloo ketika berhadapan dengan kekuatan Inggris yang dipimpin Duke of Wellington, Belanda oleh Pangeran van Oranje dan Prusia yang dipimpin oleh General Blücher serta persenjataan baru hasil temuan Jenderal Shrapnel dari Inggris, yang mengakibatkan dia dibuang ke Pulau Saint Helena sampai wafatnya.


Baca juga: